Rp 500.000
Rp 500.000


Rp 500.000
Rp 600.000


Rp 600.000
Rp 600.000


Rp 700.000
Rp 700.000


Rp 700.000
Rp 800.000


Rp 800.000
Rp 800.000


Rp 1.100.000
Rp 1.300.000


Rp 1.600.000

Rabu, 28 Agustus 2013

Parcel Buah dan Bunga Untuk Acara Seserahan

Makna seserahan ternyata sangatlah penting dalam adat budaya di Indonesia, Khususnya pada adat jawa yang sangat terjaga demi kelangsungannya.Seserahan adalah simbol bahwa mempelai pria sanggup dan mampu untuk bertanggung jawab mencukupi kebutuhan hidup calon pengantin perempuan. Selain kebutuhan dasar, disisipkan juga barang atau makanan yang menjadi simbol keseriusan mempelai pria untuk mencintai dan setia pada calon pengantinnya yang tidak bukan adalah kekasihnya.

Isi dan jumlah seserahan pada umumnya berjumlah seserahan dan barang apa saja yang akan diberikan dalam seserahan adalah hasil kesepakatan kedua calon pengantin. Namun menurut adat yang ada, jumlah hantaran haruslah ganjil yaitu sejumlah 3, 5, 7 hingga tak terbatas jumlahnya asalkan dalam hitungan ganjil. Dalam seserahan tersebut bisa terdiri dari Makanan tradisional.Biasanya dipilih makanan yang basah dan lengket, seperti jenang, lemper, kue lapis dan sebagainya. Dengan alasan kepraktisan, kue-kue ini seringkali digantikan oleh aneka kue kering yang sebenarnya berbeda makna. Artinya Kue yang lengket, yang biasanya terbuat dari beras ketan, adalah simbol harapan bahwa kedua pasangan akan selalu lengket sampai akhir hayat, dan silaturahmi kedua keluarga juga akan tetap baik hingga selamanya.

Selain kue, diserahkan juga aneka parcel buah dan bunga yang harus ada isinya dalam parcel buah dan bunga tersebut adalah pisang raja satu sisir.arti Buah-buahan adalah simbol harapan agar pasangan yang menikah bisa menghasilkan buah limpah bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Demikianlah kegunaan dari parcel buah dan bunga segar dalam seserahan adat jawa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar